Sunday, 8 October 2017

Sukuk Dalam Ekonomi Islam 2021

 SUKUK  DALAM PEREKONOMIAN ISLAM


Sukuk berasal dari bahasa Arab yaitu shak ( (صكjamaknya shukūk (صكوك) atau shikāk (صكاك) yang artinya dokumen atau piagam. Dan juga bermakna percetakan atau menempa sehingga kalau dikatakan sakkan nuqud bermakna pencetakan atau penempahan wang.
Dan ada juga yang mendefenisikan sukuk berasal dari kata tawriq atau taskik. Tawriq berasal dari kata al-wariq yang artinya dirham yang merupakan satu proses di mana terjadinya pengumpulan aset-aset yang tidak cair dan penjualannya untuk mendapatkan kemudahcairan. Dan taskik memberikan arti bahawa satu proses pencatatan atas kepemilikan terhadapa aset sukuk tersebut.
Kata-kata shak, shukūk atau shikāk dapat ditelusuri dengan mudah pada literatur Islam komersial klasik. Kata-kata tersebut terutama secara umum digunakan untuk perdagangan internasional di wilayah muslim pada abad pertengahan, bersamaan dengan kata hawalah (menggambarkan transfer pengiriman uang) dan mudharabah (kegiatan bisnis persekutuan).
 Akan tetapi, sejumlah penulis barat tentang sejarah perdagangan Islam atau Arab abad pertengahan memberikan kesimpulan bahwa kata shak merupakan kata dari suara latin “cheque” atau check yang biasanya digunakan pada perbankan kontemporer.
Accounting and auditing organization for Islamic financial institutions (AAOIFI) mendefenisikan sukuk sebagai sijil yang mempunyai nilai yang sama, yang mewakili dan membuktikan tanda penerimaan sijil tersebut dan menggunakannya sebagaimana  yang telah dirancang, atau hak terhadap saham atau aset ketara, manfaat dan perkhidmatan, atau ekuiti daripada satu projek yang diberi atau ekuiti daripada aktiviti pelaburan tertentu, selepas selesai proses pelangganan.

Sukuk atau islamic bon adalah surat berharga sebagai instrumen investasi yang diterbitkan berdasarkan suatu transaksi atau akad syariah yang melandasinya (underlying transaction), yang dapat berupa ijarah (sewa), mudharabah (bagi hasil), musyarakah atau akad syari’ah yang lain.
Sukuk yang sekarang sudah banyak diterbitkan adalah berdasar akad sewa (sukuk ijarah) di mana hasil investasi berasal dan dikaitkan dengan arus pembayaran sewa tersebut. Meskipun demikian, sukuk dapat pula diterbitkan berdasar akad syariah yang lain.
Penerbitan instrumen investasi ini dapat dipandang sebagai inovasi baru dalam keuangan syariah. Sukuk bukan instrumen utang piutang dengan bunga (riba) seperti bon yang dikenal dalam keuangan konvensional, tetapi sebagai instrumen investasi. Sukuk diterbitkan dengan suatu underlying asset dengan prinsip syariah yang jelas.


Sukuk sangatlah penting dalam institusi kewangan dan perbankan Islam. Sukuk merupakan solusi kewangan Islam terhadap keharaman penggunaan bon konvensional. Bon konvesional yang dalam aplikasi yang tidak bersesuaian dengan syari’ah tidak boleh dijadikan intrumen kewangan dalam Islam. Oleh itu, dengan kemunculan sukuk dapat memberikan ruh baru dalam kewangan dan perbankan Islam.

No comments:

Post a Comment

MANAGEMENT SYARIAH

  A. PENGAWASAN DALAM ISLAM Kata pengawasan dipakai sebagai arti harfiah dari kata controlling. Control adalah pengawasan, penilikan, peng...