Monday, 1 May 2017

Perilaku Konsumen dalam Ekonomi Islam 2021

PRILAKU KONSUMEN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


 

Dalam dunia perekonomian, manusia dikategorikan dalam dua kelas utama, yakni manusia golongan produsen dan juga golongan konsumen. Golongan produsen baik dalam bentuk barang maupun jasa sangat sedikit dan terbatas.

Sedangkan golongan manusia sebagai konsumen sangatlah besar. Mereka tersebar hampir seluruh dunia sebagai pemakai barang atau jasa orang lain. Padahal pada dasarnya sumber perekonomian bertumpu kepada aktifiti niaga atau produsen, sehingga golongan produsen menikmati hasil yang maksimal.

Di dalam ajaran Islam, muslim di arahkan dengan semaksimal mungkin untuk menjadi pengusaha atau produsen. Dengan alasan supaya para produsen dapat memperkuat sistem perekonomian suatu komunitas. Namun keuntungan yang didapatkan oleh para pengusaha/ produsen tidak terlepas dari setianya seorang konsumen terhadap hasil produk seorang produsen.

Bagi para konsumen juga harus bijak dan teliti dalam memilih suatu produck atau pelayanan jasa, karena salah mimilih produk dapat berakibat fatal bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat umum terkhusus pada produk makanan ataupun pelayanan jasa. 

Setiap Muslim aktifiti sehari-hari harus berdasarkan kepada tujuan azas yakni syariah. Syariah menjadi barometer setiap muslim dalam melakukan hubungan dengan Ilahi maupun manusia.
Permaslahan besar saat muslim bermuamalah melanggar batasan dan tidak memilih aktifiti yang sesuai panduan syariah. 



Perlu kita ketahui bahwa Prilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi setelah kebutuhannya tercapai. Prilaku konsumen akan tampak dalam beberapa tahap sebelum dan setelah seseorang membeli sesuatu barang/ jasa. 


Pada saat sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait dengan suatu produk yang mau dibelinya. Pada saat tahap pembelian, konsumen akan melakukan pemilihan terhadap produk yang menjadi perioriti, sedangkan setelah membeli produk, para konsumen melakukan konsumsi atau akan menggunakan produk pilihannya, evaluasi kineja produk, dan pada tahap final konsumen akan membuang produk tersebut.



Prilaku konsumen terbagi kepada dua macam, Pertama dikenal sebagai prilaku konsumen rasional dengan dasar pertimbangan hal hal berikut : Pertama barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen. Kedua, barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen. Ketiga, mutu barang terjamin. Keempat, harga barang sesuai dengan kemampuan konsumen.


Sedangkan yang kedua adalah prilaku konsumen irasional atau konsumen membeli suatu barang bukan atas dasar kegunaan barang semata. Prilaku konsumen irasional dapat kita lihat yang meliputi hal-hal sebagai berikut : Pertama, para konsumen tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun media elektronik, Kedua, konsumen akan sangat berkeinginan untuk memiliki barang yang bermerek dengan orang lain agar kelihatan trendi. Ketiga, konsumen pasti akan datang ketempat penjualan apabila ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon. Keempat, karena prestise atau gengsi.


Demikianlah prilaku konsumen manusia secara alamiah yang sukar untuk dirubah, sehingga prilaku konsumen yang tidak tepat sasaran menjadikan manusia tamak dan bertindak tak wajar dalam pemenuhannya.



Perlu kita ketahui dan yakini, segala aktifitas manusia dalam menjalankan aktifiti ekonominya harus sejalan dengan ketentuan-ketentuan agama.
Bagi seorang Muslim, tentu prilaku dalam mengonsumsi suatu produk harus sejalan dengan perintah Islam, tidak boleh sesuka hati. Karena konsep konsumsi dalam Islam sangatlah berbeda dengan konsep konsumsi konvensional.



Oleh karena itu pada kesempatan yang akan datang, saya akan menulis tentang Prilaku konsumen dalam konsep Islam secara khusus lengkap dengan landasan hukumnya.
Jangan lupa berkunjung and beri komentar ya kawan-kawan
Terma Kasih





No comments:

Post a Comment

MANAGEMENT SYARIAH

  A. PENGAWASAN DALAM ISLAM Kata pengawasan dipakai sebagai arti harfiah dari kata controlling. Control adalah pengawasan, penilikan, peng...